gravatar

Penyakit cewe

Penyakid cwe :
.
1. Nangisuitiz.
Akibat tlalu sensitif.
Gejala na bibir cemberud, mata kedap-kedip. Efek smpg na mata bengkak, saputangan bnjr, hidung meler, bwaan na ngrg dri atau terkena pnyakit CURHATITIS A. Pnykt in d obati dgn TEGARid0l, OBH (obat behati hamba).
.
2. Curhatitis B.
bwaan na pgn nyer0c0z, efek smpg rahasia org bs b0c0r, terkena NANGISuitiz pnykt in bs d arahkan + jika ia bercuhatitisnya dgn org yg tepad.
.
3. Shopping syndr0me.
bwaan na pgn jaland truz, mata mlotot, efek smpg na lidah ngler, mulud nganga, d0mpet tpz. Jk udh msh stadium 4 (prh bgd) d0mped co na kud tpz. Cb mnm hematcold ato tabled PD (pengendalian dri)
.
4. Cerewetisme.
Lbh parah dr curhatitis B, Tdk mengandung ttk k0ma, efek smpg muncrat, tlinga tetangga budek, dada cwo rata akbt trll byk mengeluz.
lbh cpt mkn pil dengar n mnm tbled bcr d perlambat.
.
5. Lamanian dandanit0z.
Pgn na dyem dpn kca, tngn kri gatel, pgn pegang sisir, tngn knan keram pngn teplak teplok muka pk bdak. Efek smpg men0r, tlad, cwo

shame

TERTAWA ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tertawa terbahak-bahak selama satu menit setara dengan 45 menit olahraga yang mengeluarkan keringat.

Bahkan, efek tertawa selama 20 detik sama halnya dengan tiga menit joging, yang baik untuk kesehatan jantung.

Getaran yang dihasilkan ketika kita tertawa membuat jantung berdetak lebih kencang. Selain itu, tekanan darah meningkat dan oksigen dalam darah juga naik. Bahkan endorfin yang diproduksi otak akan melahirkan rasa nyaman.

Studi membuktikan tekanan darah menurun 10-20 mm ketika seseorang tertawa selama 10 menit. Endorfin atau hormon anti stres yang dilepas akan mengalahkan hormon stres (cortisol, adrenalin, epinephrine). Tekanan darah sebagai penyebab berbagai penyakit pun dapat berkurang.

Tertawa terbahak-bahak juga memicu produksi sel-sel limfosit sebagai pembunuh stres alami. Dengan kata lain, efek tertawa dapat meningkatkan sistem imun tubuh kita.

Sebuah penelitian yang dilakukan psikiatris Arthur Stone dari State University of New York di Stony Brook Medical School membuktikan hal itu. Selama tiga bulan ia melakukan studi dengan melibatkan 96 pria untuk mengukur tingkat antibodi.

Tak perlu menunggu saat yang tepat untuk tertawa, seperti saat menonton tayangan lucu, bercanda dengan teman atau membaca buku humor. Tertawa tanpa sebab pun sah-sah saja, toh bermanfaat bagi kesehatan Anda. Alternatif lain, tak ada salahnya mencoba bergabung dengan kelompok tertawa yang kini mulai menjamur. [Suara Merdeka]

STATISTIK BLOG


Masukkan Code ini K1-FAF969-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Chit Chat

KAKA

Archives