gravatar

Betulin mobil

Seorang sopir pribadi keluarga (Bejo) mempunyai kebiasaan bercinta dengan pacarnya si Inem pelayan seksi di kolong mobil majikannya yang selalu diparkir di samping rumah.

Suatu malam, seperti biasa, dia sedang asyik indehoy dengan Inem di kolong mobil. Baru 15 menit "Lembur", ada orang yang menendang kakinya sambil berteriak, "Bejo, sedang apa kamu di situ?"

Si Bejo sudah hafal betul dengan suara majikan perempuannya. Dgn cuek dan mata tetap tertutup Bejo menyahut,

"Sedang betulin mobil, Nya!"

Sekali lagi Bejo ditendang kakinya,
"Apa! Sedang apa kamu ?!

"Ya ampun, Nyaaa, Saya lagi betulin mobil! jawab Bejo tetap konsen dengan kegiatannya.

Tapi lagi-lagi Bejo ditendang kakinya. Kali ini sedikit lebih keras.
"Kamu bilang lagi ngapain kamu ?!"

"Astaga, Nyonya! Saya lagi betulin mobiiiil!!!"
Bejo menyahut lebih keras nggak mau kalah.

Kata Nyonya,
"Betulin mobil yang mana? Orang mobilnya udah dibawa ama bapak 5 menit yang lalu..!"

TERTAWA ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tertawa terbahak-bahak selama satu menit setara dengan 45 menit olahraga yang mengeluarkan keringat.

Bahkan, efek tertawa selama 20 detik sama halnya dengan tiga menit joging, yang baik untuk kesehatan jantung.

Getaran yang dihasilkan ketika kita tertawa membuat jantung berdetak lebih kencang. Selain itu, tekanan darah meningkat dan oksigen dalam darah juga naik. Bahkan endorfin yang diproduksi otak akan melahirkan rasa nyaman.

Studi membuktikan tekanan darah menurun 10-20 mm ketika seseorang tertawa selama 10 menit. Endorfin atau hormon anti stres yang dilepas akan mengalahkan hormon stres (cortisol, adrenalin, epinephrine). Tekanan darah sebagai penyebab berbagai penyakit pun dapat berkurang.

Tertawa terbahak-bahak juga memicu produksi sel-sel limfosit sebagai pembunuh stres alami. Dengan kata lain, efek tertawa dapat meningkatkan sistem imun tubuh kita.

Sebuah penelitian yang dilakukan psikiatris Arthur Stone dari State University of New York di Stony Brook Medical School membuktikan hal itu. Selama tiga bulan ia melakukan studi dengan melibatkan 96 pria untuk mengukur tingkat antibodi.

Tak perlu menunggu saat yang tepat untuk tertawa, seperti saat menonton tayangan lucu, bercanda dengan teman atau membaca buku humor. Tertawa tanpa sebab pun sah-sah saja, toh bermanfaat bagi kesehatan Anda. Alternatif lain, tak ada salahnya mencoba bergabung dengan kelompok tertawa yang kini mulai menjamur. [Suara Merdeka]