gravatar

Fungsi Jari Tengah

Pada tahun 1980, seorang anak yang masih duduk di kelas VI SD bertanya pada ayahnya tentang fungsi jari tangan.

Anak: “Ayah apa fungsi jari-jari tangan?”
Ayah: “Oh… begini nak, pertama jari kelingking fungsinya untuk menunjukkan kalau kamu marahan sama temenmu, terus jari manis untuk cincin biar manis kelihatannya, selanjutnya (sang ayah melewati jari tengah dan langsung pada jari telunjuk) jari telunjuk untuk menunjuk sesuatu, terakhir jari jempol bila kamu mau bilang sesuatu bagus atau hebat menggunakan jari jempol.”
Anak: “Terus jari yang tengah untuk apa?”
Ayah: “(Berpikir sejenak) Nak… nanti kalo kamu sudah gede, sudah kimpoi, baru ayah kasih tau, sabar yah…”

Waktu pun berlalu akhirnya pada tahun 2007, Si anak sudah gede dan menikah. Sesudah menjalani acara makan-makan di hari perkimpoian sang anak, bertanyalah si anak pada ayahnya.

Anak: “Ayah masih ingat dulu ayah pernah bilang mau kasih tahu fungsi jari tengah pada saya?”
Ayah: “Oh iyah… begini (sambil berbisik) kalo nanti kamu berhubungan intim dengan istrimu dan kamu udah capek nah… itulah fungsi jari tengah.”
Anak: “Maksud ayah?”
Ayah: “Ah… kamu ini gimana sih… yah itu gunain jari tengahmu itu.”
Anak: “Gimana caranya???”

Ayah: “Sini, masak kamu nggak mikir sih… jari tanganmu diangkat terus dorong ke jidat istrimu itu… bilang GUE UDAH CAPEK BEGO, TIDUR SANA ...!!!”

TERTAWA ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tertawa terbahak-bahak selama satu menit setara dengan 45 menit olahraga yang mengeluarkan keringat.

Bahkan, efek tertawa selama 20 detik sama halnya dengan tiga menit joging, yang baik untuk kesehatan jantung.

Getaran yang dihasilkan ketika kita tertawa membuat jantung berdetak lebih kencang. Selain itu, tekanan darah meningkat dan oksigen dalam darah juga naik. Bahkan endorfin yang diproduksi otak akan melahirkan rasa nyaman.

Studi membuktikan tekanan darah menurun 10-20 mm ketika seseorang tertawa selama 10 menit. Endorfin atau hormon anti stres yang dilepas akan mengalahkan hormon stres (cortisol, adrenalin, epinephrine). Tekanan darah sebagai penyebab berbagai penyakit pun dapat berkurang.

Tertawa terbahak-bahak juga memicu produksi sel-sel limfosit sebagai pembunuh stres alami. Dengan kata lain, efek tertawa dapat meningkatkan sistem imun tubuh kita.

Sebuah penelitian yang dilakukan psikiatris Arthur Stone dari State University of New York di Stony Brook Medical School membuktikan hal itu. Selama tiga bulan ia melakukan studi dengan melibatkan 96 pria untuk mengukur tingkat antibodi.

Tak perlu menunggu saat yang tepat untuk tertawa, seperti saat menonton tayangan lucu, bercanda dengan teman atau membaca buku humor. Tertawa tanpa sebab pun sah-sah saja, toh bermanfaat bagi kesehatan Anda. Alternatif lain, tak ada salahnya mencoba bergabung dengan kelompok tertawa yang kini mulai menjamur. [Suara Merdeka]

STATISTIK BLOG


Masukkan Code ini K1-FAF969-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Chit Chat

KAKA