gravatar

Nama - Nama Jepang Sesuai Dengan Pekerjaannya

Kuraba Sakumu -> Pencopet.
Sayabisa Urusi -> Calo.
Nikita Sukanari -> Penari di tempat hiburan.
Samakami Sampepagi -> Cewek penghibur di nightclub.
Takasi Kamucoba -> Sales door to door.
Kosewa Rumaku -> Pemilik rumah kontrakan.
Kitakasi Murasaja -> Seorang pemilik toko.
Minumi Kabeh -> Seorang pemabuk.
Yukasi Kitaterima -> Kasir.
Akusuka Takuti -> Preman.
Mukamu Sayabedaki -> Pekerja salon.
Sini Takupotongi -> Tukang pangkas.
Ayodiri Satusatu -> Pemimpin upacara baris-berbaris.
Takada Gaji -> Pengangguran.
Aigaya Sanasini -> Fotomodel.
Kitabuka Kamupoto -> Fotomodel porno.
Akubuka Kamumasuki -> Penjaga pintu gerbang.
Sukabawa Sayuri -> Tukang sayur.
Tyada Ruma -> Gelandangan.
Yukira Kitaawasi -> Pengawas Pajak.
Kanji Kitakasi -> Tukang jual tepung.
Maunya Chiumi -> Parfum tester.
Kusabuni Itunoda -> Tukang cuci.
Satemura Oke -> Tukang sate.
Disini Adaguchi -> Penjual keramik.
Masimuda Masutipi -> Artis cilik.

TERTAWA ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tertawa terbahak-bahak selama satu menit setara dengan 45 menit olahraga yang mengeluarkan keringat.

Bahkan, efek tertawa selama 20 detik sama halnya dengan tiga menit joging, yang baik untuk kesehatan jantung.

Getaran yang dihasilkan ketika kita tertawa membuat jantung berdetak lebih kencang. Selain itu, tekanan darah meningkat dan oksigen dalam darah juga naik. Bahkan endorfin yang diproduksi otak akan melahirkan rasa nyaman.

Studi membuktikan tekanan darah menurun 10-20 mm ketika seseorang tertawa selama 10 menit. Endorfin atau hormon anti stres yang dilepas akan mengalahkan hormon stres (cortisol, adrenalin, epinephrine). Tekanan darah sebagai penyebab berbagai penyakit pun dapat berkurang.

Tertawa terbahak-bahak juga memicu produksi sel-sel limfosit sebagai pembunuh stres alami. Dengan kata lain, efek tertawa dapat meningkatkan sistem imun tubuh kita.

Sebuah penelitian yang dilakukan psikiatris Arthur Stone dari State University of New York di Stony Brook Medical School membuktikan hal itu. Selama tiga bulan ia melakukan studi dengan melibatkan 96 pria untuk mengukur tingkat antibodi.

Tak perlu menunggu saat yang tepat untuk tertawa, seperti saat menonton tayangan lucu, bercanda dengan teman atau membaca buku humor. Tertawa tanpa sebab pun sah-sah saja, toh bermanfaat bagi kesehatan Anda. Alternatif lain, tak ada salahnya mencoba bergabung dengan kelompok tertawa yang kini mulai menjamur. [Suara Merdeka]

STATISTIK BLOG


Masukkan Code ini K1-FAF969-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Chit Chat

KAKA